Agama Islam memberikan pengecualian untuk wanita menyusui di bulan
Ramadan. Mereka diperkenankan untuk tidak menjalankan ibadah puasa,
namun tetap harus menggantinya melalui dua cara, yaitu mengganti dengan
puasa di luar Ramadan atau membayar fidyah (barang penebus).
Dibolehkan
tidak berpuasa bukan berarti dilarang berpuasa. Tentu saja banyak juga
ibu menyusui yang memilih ikut menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.
Namun apa pengaruhnya dari segi kesehatan?
Ahli gizi Christine
Natalie menyarankan sebaiknya tidak usah berpuasa jika ibu yang sedang
menyusui itu memang merasa tidak sehat atau terganggu. Ini demi kebaikan
ibu dan bayinya yang sedang disusui. “Tapi jika memang merasa sehat,
silakan berpuasa,” tuturnya.
Menurut dia, hingga saat ini belum
ada dampak negatif bagi seorang ibu yang menyusui saat menjalankan
puasa. Tentu saja sepanjang hal itu dijalankan dalam kondisi tidak lemas
dan asupan tetap terjaga. “Sebab saat berpuasa komposisi zat gizi pada
ASI tidak akan berubah,” ujarnya.
Jika memang ibu yang sedang
menyusui tetap ingin berpuasa di saat Ramadan, Christine menyarankan
agar tetap makan tiga kali sehari. Yakni saat berbuka, selepas tarawih,
dan sahur. Selain itu, pola gizinya harus seimbang, dengan tetap
memperbanyak cairan yang masuk ke dalam tubuh. “Jangan lupa juga,
istirahat harus mencukupi,” lanjutnya.
Dia juga mengungkapkan
bahwa untuk menambah protein, sebaiknya saat makan ditambah dengan
suplemen berupa jus buah, susu, atau madu.
Di tempat terpisah,
Abas Jauhari, dosen di Universitas Islam Negeri menjelaskan, kondisi
kesehatan atau alasan medis bisa dijadikan illat (motif penetapan hukum)
diperbolehkannya ibu yang menyusui untuk tidak berpuasa. “Jadi agama
memang memperkenankan,” katanya.
Karena itu, kata dia, penilaian
kedokteran atau medis dalam hal puasanya ibu menyusui menjadi sangat
penting. Jika memang mengganggu atau bisa mendatangkan dampak buruk
terhadap kesehatannya maupun kesehatan bayinya, bisa jadi dasar tidak
berpuasa.
Kendati demikian, sesuai ajaran agama, puasanya harus
diganti di luar bulan Ramadan, seperti dilakukan oleh orang yang tidak
mampu menjalankan puasa akibat larangan lain.
Bisa juga, lanjut Abas
yang juga bekerja di Departemen Agama itu, diganti dengan membayar
fidyah. “Yakni memberi makan fakir miskin sebagai pengganti tidak
berpuasa,” katanya.
Ketentuan minimumnya adalah dengan menghitung
jumlah puasa yang ditinggalkan. Jika satu hari, maka penebusnya
diberikan kepada satu fakir miskin. Begitu seterusnya.
Sedangkan
seberapa besar yang harus diberikan, katanya, soal fikih seperti ini
banyak perbedaan pendapat. “Bisa juga ukurannya sesuai dengan kebiasaan
atau selayaknya yang kita makan. Jangan dikurangi,” ungkapnya.
Abas
menjelaskan, cara membayar fidyah ini bisa dilakukan setiap hari selama
bulan Ramadan selepas waktu berbuka, bisa juga dikumpulkan di satu hari
usai Ramadan. Agama juga memperkenankan memberikan makanan yang belum
dimasak, misalnya berupa beras serta lauk-pauknya.
Namun Abas
juga mengingatkan bahwa membayar fidyah tidak bisa digantikan dengan
uang dalam jumlah tertentu. Jadi bentuknya adalah kebutuhan pokok.
“Seandainya mau mengganti dengan puasa sebanyak yang ditinggalkan, itu
lebih baik,” katanya.
sumber :http://id.she.yahoo.com/ibu-menyusui--baiknya-berpuasa-atau-tidak-.html;_ylt=Avk1GabkNcczxb0C3o1twkXneeR_;_ylu=X3oDMTFpampxdW9nBG1pdANFZGl0b3IgUGljayBTaGUEcG9zAzUEc2VjA01lZGlhRWRpdG9yUGlja3NUZW1w;_ylv=3
Selasa, 07 Agustus 2012
Rabu, 20 Juni 2012
BAB 1 PENDAHULUAN
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bersamaan dengan berkembangnya peradaban, ilmu
pengetahuan dan kehidupan sosial
ekonomi masyarakat yang disertai teknologi, menyebabkan peningkatan kebutuhan manusia akan barang dan jasa yang bermutu baik.
Dewasa ini banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang industri maupun jasa, selalu berusaha untuk menarik
minat konsumen dengan memperkenalkan produk mereka melalui ikian-iklan. Hal ini
sangat erat hubungannya dengan penggunaan
sarana periklanan maka perusahaan dapat memperkenalkan produknya melalui media
massa sehingga dapat dikenal oleh
masyarakat atau konsumen denagn cepat. Dewasa ini banyak sekali perusahaan yang
bergerak dibidang minuiklan ringan dengan beraneka ragam jenis dan merk
sehingga timbullah persaingan yang semakin tajam diantara perusahaan yang
membuat minuiklan maka keadaan pasar berubah menjadi Buyer Market yaitu
kekuatan pasar dikuasai oleh pembeli. Dalam keadaan demikian maka perusahaan
dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen.
Dalam situasi dan kondisi inilah dirasakan
pentingnya pelaksanaan kegiatan periklanan dalam upaya memperkenalkan dan
menarik minat konsumen sehingga tumbuh keinginan untuk memiliki atau membeli
produk yang ditawarkan perusahaan tersebut. Disamping itu sebagai alat untuk
menjembatani antara produsen dan konsumen dalam melaksanakan kegiatan pemasaran
sehingga barang dan jasa dapat diketahui konsumen tentang kegunaan maupun cara
pemakaian dan diharapkan kelanjutan produksi dapat dipertahankan.
Peranan periklanan didalam suatu perusahaan dan
dalam upaya mempertahankan serta mengembangkan perusahaan baik bagi perusahaan yang
bergerak dibidang industri maupun jasa.
Faktor-faktor tersebut diatas mendorong penulis dalam penyusunan penelitian
ilmiah dengan judul "PENGARUH BIAYA PROMOSI TERHADAP HASIL PENJUALAN
PADA PT. HANJAYA MANDALA SAMPOERNA . TBK
1.2 Rumusan Masalah
·
Bagaimana strategi promosi yang dilakukan oleh PT. Hanjaya Mandala
Sampoerna. Tbk.
·
Bagaimanakah pengaruh biaya promosi terhadap hasil
penjualan.
1.3 Batasan Masalah
Pokok masalah yang akan dibahas dalam penulisan ini adalah
kegiatan periklanan yang dilakukan
oleh PT. Hanjaya Mandala Sampoerna. Tbk.. Disini penulis hanya membatasi pada masalah pengaruh biaya promosi
diukur dari rupiah terhadap hasil penjualan
dalam produk rokok, yang meliputi
wilayah DKI Jakarta. Sedangkan data
yang dipergunakan adalah data biaya promosi dari tahun 2005-2011 PT. Hanjaya Mandala Sampoerna. Tbk.
1.4 Tujuan Penulisan
·
Untuk
mengetahui strategi promosi pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna. Tbk.
·
Untuk
mengetahui pengaruh biaya promosi terhadap hasil penjualan
pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna. Tbk
1.5 Metode
Penelitian
·
Study Kasus
Yaitu untuk memberikan gambaran secara mendetail tentang latar
belakng, sifat serta karakter-karakter yang berhubungan dengan produk rokok.
Terutama mengenai iklan produk rokok terhadap hasil penjualannya.
·
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yang penulis gunakan berupa:
1. Data
sekunder
Yaitu melalui data-data dari
sumber-sumber tertulis yang diterbitkan
oleh perusahaan, literatur serta bahan-bahan yang mempunyai hubungan dengan penulisan ilmiah ini.
1.6 Analisis Data
Analisis data yang dipergunakan oleh penulis dalam penulisan
ilmiah dengan menggunakan metode perhitungan regresi linier sederhana dan
korelasi. Rumus regresi linier sederhana yang penulis gunakan adalah sebagai berikut :

Sedangkan rumus koefisien korelasi yang penulis gunakan adalah sebagai berikut:

1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan yang akan digunakan dalam penyajian penulisan ilmiah
ini adalah sebagai berikut :
Bab I : PENDAHULUAN
Dalam bab ini
menerangkan mengenai latar belakang masalah, rumusan masalah, batasan masalah,
tutjuan masalah, metode penelitian, alat analisis, dan sistematika penulisan.
Bab II : LANDASAN TEORI
Dalam bab ini
terdapat teori-teori yang membahas
mengenai pengertian pemasaran (marketing), promosi, bauran
promosi (promotional mix), penjualan, biaya promosi dan iklan yang mencakup
fungsi Iklan, tujuan Iklan,
jenis Iklan dan anggaran iklan serta evaluasi keefektifan Iklan.
Bab III : METODOLOGI
PENELITIAN
Dalam bab ini menerangkan metode yang akan
digunakan penulis dalam mengerjakan penelitian dan alat yang digunakan dalam
penelitian tersebut.
Bab IV : PEMBAHASAN DAN ANALISA
Dalam bab ini
menerangkan mengenai contoh kasus pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna.
Tbk dalam melaksanakan kegiatan promosi
yang dilakukan untuk meningkatkan penjualan terhadap perusahaan tersebut dan
perhitungan regresi linier sederhana dan korelasinya.
Bab V : PENUTUP
Dalam bab ini
merupakan uraian kesimpulan yang dapat
penulis tarik dari hasil penelitian yang disertai beberapa saran yang kiranya
dapat bermanfaat bagi perusahaan.
Selasa, 01 Mei 2012
PENGUMPULAN DATA
PENGERTIAN
Data adalah sesuatu yang belum mempunyai arti bagi
penerimanya dan masih memerlukan adanya suatu pengolahan. Data bisa berujut
suatu keadaan, gambar, suara, huruf, angka, matematika, bahasa ataupun
simbol-simbol lainnya yang bisa kita gunakan sebagai bahan untuk melihat
lingkungan, obyek, kejadian ataupunsuatu konsep.
Informasi merupakan hasil pengolahan dari sebuah
model, formasi, organisasi, ataupun suatu perubahan bentuk dari data yang
memiliki nilai tertentu, dan bisa digunakan untuk menambah pengetahuan bagi
yang menerimanya. Dalam hal ini, data bisa dianggap sebagai obyek dan informasi
adalah suatu subyek yang bermanfaat bagi penerimanya. Informasi juga bisa
disebut sebagai hasil pengolahan ataupun pemrosesan data.
Data bisa merupakan jam kerja bagi karyawan
perusahaan. Data ini kemudian perlu diproses dan diubah menjadi informasi.
JENIS DATA
Jenis -jenis data ini bertingkat menurut tingkatan
pengukuran. Saya biasa
menyingkatnya dengan “NOIR” atau”RION”. Jenis data
tersebut adalah:
1. Data Rasio
Data rasio adalah tingkatan data yang paling tinggi.
Data rasio memiliki jarak antar
nilai yang pasti dan memiliki nilai nol mutlak yang
tidak dimiliki oleh jenis-jenis
data lainnya. Contoh dari data rasio diantaranya:
berat badan, panjang benda, jumlah
satuan benda. Jika kita memiliki 10 bola maka ada
perwujudan 10 bola itu, dan ketika
ada seseorang memiliki 0 bola maka seseorang
tersebut tidak memiliki bola satupun.
Data rasio dapat digunakan dalam komputasi
matematik, misalnya A memiliki 10
bola dan B memiliki 8 bola, makaA memiliki 2 bola
(10-8) lebih banyak dari B.
2. Data Interval
Data interval mempunyai tingkatan lebih rendah dari
data rasio. Data rasio memiliki
jarak data yang pasti namun tidak memiliki nilai nol
mutlak. Contoh dari data
interval ialah hasil dari nilai ujian matematika.
Jika A mendapat nilai 10 dan B
mendapat nilai 8, maka dipastikanA mempunyai 2 nilai
lebih banyak dari B. Namun
tidak ada nilai nol mutlak, maksudnya bila C
mendapat nilai 0, tidak berarti bahwa
kemampuanC dalam pelajaran matematika adalah nol
atau kosong.
3. Data Ordinal
Data ordinal pada dasarnya adalah hasil dari
kuantifikasi data kualitatif. Contoh dari
data ordinal yaitu penskalaan sikap individu.
Penskalaan sikap individu terhadap
sesuatu bisa diwujudkan dalam bermacam bentuk,
diantaranya yaitu: dari sikap
Sangat Setuju (5), Setuju (4), Netral (3), Tidak
Setuju (2), dan Sangat Tidak Setuju
(1). Pada tingkatan ordinal ini data yang ada tidak
mempunyai jarak data yang
pasti , misalnya: Sangat Setuju (5) dan Setuju (4)
tidak diketahui pasti jarak antar
nilainya karena jarak antara Sangat Setuju (5) dan Setuju
(4) bukan 1 satuan (5-4).
4. Data Nominal
Data nominal adalah tingkatan data paling rendah
menurut tingkat pengukurannya.
Data nominal ini pada satu individu tidak mempunyai
variasi sama sekali, jadi 1
individu hanya punya 1 bentuk data. Contoh data
nominal diantaranya yaitu: jenis
kelamin, tempat tinggal, tahun lahir dll. Setiap
individu hanya akan mempunyai 1
data jenis kelamin, laki-laki atau perempuan. Data
jenis kelamin ini nantinya akan
diberi label dalam pengolahannya,misalnya perempuan
=1, laki-laki=2.
Ada lagi jenis data yang sering disebutkan dalam
statistik yaitu data parametric
dan non-parametric. Jika “NOIR” adalah pembagian
data menurut tingkatan
pengukuran, pembagian parametric dan non-parametric
dipengaruhi oleh karakteristik
empirik dari data tersebut. Pengetahuan tentang
batasan data parametric dan nonparametric
ini sangat penting karena pada proses analisis
memang dibedakan untuk
masing-masing jenis data tersebut.
METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam penulisan karya ilmiah, pengumpulan data
merupakan salah satu hal yang harus dilakukan guna mencapai tujuan penulisan.
Ada 3 metode pengumpulan data, yakni :
1. Wawancara
Merupakan sebuah pertukaran informasi antara
pewawancara dengan yang diwawancarai. Perlu ada perencanaan dan tujuan khusus. Terdiri
dari pertanyaan dan menjawab pertanyaan.
Ada 2 tipe pertanyaan dalam wawancara :
Open-Ended(Terbuka)
Pertanyaan ini netral dan tidak dibatasi.
Closed-Ended(Tertutup)
Pewawancara lebih mudah mengontrol narasumber, karena apa yang akan
ditanyakan sudah pasti dan menghindari narasumber menjawab bebas.
2. Observasi
Menurut
Nawawi & Martini (1991) observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara
sistimatik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau
gejala-gejala dalam objek penelitian.
3. Kuisioner
Kuesioner
merupakan daftar pertanyaan yang akan digunakan oleh periset untuk memperoleh
data dari sumbernya secara langsung melalui proses komunikasi atau dengan
mengajukan pertanyaan.
Macam-macam bentuk kuisioner :
Kuisioner Terstruktur Terbuka.
Kuisioner Tak Terstruktur Terbuka
Kuisioner
Tak Terstruktur Tersamar
Kuisioner Terstruktur Tersamar
DEFINISI VARIABEL
Variabel adalah konsep yang mempunyai bermacam-macam
nilai. Dengan demikian, variabel adalah merupakan objek yang berbentuk apa saja
yang ditentukan oleh peneliti dengan tujuan untuk memperoleh informasi agar
bisa ditarik suatu kesimpulan. Secara teori, definisi variabel penelitian
adalah merupakan suatu objek, atau sifat, atau atribut atau nilai dari orang,
atau kegiatan yang mempunyai bermacam-macam variasi antara satu dengan lainnya
yang ditetapkan oleh peneliti dengan tujuan untuk dipelajari dan ditarik
kesimpulan.
MACAM MACAM VARIABEL
Terdapat dua macam metode yang digunakan dalam menganalisis
variable data yaitu :
a. Metode dependen digunakan untuk menelaah ada atau
tidaknya hubungan antara dua kelompok variable. Jika seorang peneliti,
didasarkan pada eksperimen terkontrol atau beberapa teori yang relevan,
menentukan variable –variabel eksperimennya dalam dua kelompok yaitu satu
kelompok sebagai variable-variabel independent dan satu kelompok lainnya
sebagai variable-variabel dependen, maka tujuan dari metode dependen terhadap
data demikian adalah medeterminasi yang aman dari kelompok variable dependen
baik secara individu maujpun bersama-sama.
b. Metode independen digunakan apabila pada kelompok
data yang ada tidak mungkin dilakukan pemisahan variable-variabel atas kelompok
variable independen dan kelompok variable dependen, maka analisis statistic
yang dilakukan bertujuan untuk mengidentifikasi bagaiman dan mengapa
variable-variabel berhubungan antara mereka. Metode analisis untuk menganalsis
data seperti ini disebut metode interdepen.
Metode dependen
Metode dependen diklasifikasikan berdasarkan :
a. Jumlah variable independen (satu atau lebih dari
satu variable)
b. Jumlah variable dependen (satu atau lebih dari
satu variable)
c. Tiga skala pengukuran yang digunakan untuk
variable independen (metric atau non-metrik)
d. Tipe skala peengukuran yang digunakan untuk
variable dependen (metric atau non-metrik)
Metode-metode statistic dependen yang dapat
digunakan berdasarkan banyaknya perubah yang terlihat baik pada pewrubah
dependen maupun independen serta tipe data yang dianalisis.
Metode independen
Sebagaimana telah disebutkan bahwa apabila satu
kelompok data tidak mungkin atau tidak tepat dipiisahkan atas kelompok variable
indepeneden dan kelompok variable dependen, maka tujuan utama metode
interdependen aadalah memahami atau mengidentifikasi mengapa dan bagaimana
variable-variabel berkorelasi diantara mereka. Metode-metode statistic
interdependen yang dapat digunakan berdasarkan banyaknya perubah yang terlibat
baik pada peubah dependen maupun independen serta tipe data yang dianalisis.
SUMBER:
inparametric.com/bhinablog/download/01_jenis_data.pdf
METODE ILMIAH
PENGERTIAN
Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
KARAKTERISTIK
• Bersifat kritis, analistis, artinya metode menunjukkan adanya proses yang tepat untuk mengidentifikasi masalah dan menentukan metode untuk pemecahan masalah.
• Bersifat logis, artinya dapat memberikan argumentasi ilmiah. Kesimpulan yang dibuat secara rasional berdasarkan bukti-bukti yang tersedia
• Bersifat obyektif, artinya dapat dicontoh oleh ilmuwan lain dalam studi yang sama dengan kondisi yang sama pula.
• Bersifat konseptual, artinya proses penelitian dijalankan dengan pengembangan konsep dan teori agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan. Bersifat empiris, artinya metode yang dipakai didasarkan pada fakta di lapangan.
Pola Pikir dalam Metode Ilmiah
Induktif
Pengambilan kesimpulan dari kasus yang bersifat khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum
Deduktif
Pengambilan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus
Langkah-langkah Metode Ilmiah
LANGKAH LANGKAH
1. Memilih dan mendefinisikan masalah.
2. Survei terhadap data yang tersedia.
3. Memformulasikan hipotesa.
4. Membangun kerangka analisa serta alat-alat dalam menguji hipotesa.
5. Mengumpulkan data primair.
6. Mengolah, menganalisa serla membuat interpretasi.
7. Membual generalisasi dan kesimpulan.
8. Membuat Laporan
KRITERIA METODE IMIAH
Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut metode ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai kriteria sebagai berikut:
1. Berdasarkan fakta.
2. Bebas dari prasangka (bias)
3. Menggunakan prinsip-prinsip analisa.
4. Menggunakan hipotesa
5. Menggunakah ukuran objektif.
6. Menggunakan teknik kuantifikasi.
6.1. Berdasarkan Fakta
Keterangan-keterangan yang ingin diperoleh dalam penelitian, baik yang akan dikumpulkan dan yang dianalisa haruslah berdasarkan fakta-fakta yang nyata. Janganlah penemuan atau pembuktian didasar-kan pada daya khayal, kira-kira, legenda-legenda atau kegiatan sejenis.
6.2. Bebas dari Prasangka
Metode ilmiah harus mempunyai sifat bebas prasangka, bersih dan jauh dari pertimbangan subjektif. Menggunakan suatu fakta haruslah dengan alasan dan bukti yang lengkap dan dengan pembuktian yang objektif.
6.3. Menggunakan Prinsip Analisa
Dalam memahami serta member! arti terhadap fenomena yang kompleks, harus digunakan prinsip analisa. Semua masalah harus dicari sebab-musabab serta pemecahannya dengan menggunakan analisa yang logis, Fakta yang mendukung tidaklah dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat deskripsinya saja. Tetapi semua kejadian harus dicari sebab-akibat dengan menggunakan analisa yang tajam.
6.4. Menggunakan Hipotesa
Dalam metode ilmiah, peneliti harus dituntun dalam proses berpikir dengan menggunakan analisa. Hipotesa harus ada untuk mengonggokkan persoalan serta memadu jalan pikiran ke arah tujuan yang ingin dicapai sehingga hasil yang ingin diperoleh akan mengenai sasaran dengan tepat. Hipotesa merupakan pegangan yang khas dalam menuntun jalan pikiran peneliti.
6.5. Menggunakan Ukuran Obyektif
Kerja penelitian dan analisa harus dinyatakan dengan ukuran yang objektif. Ukuran tidak boleh dengan merasa-rasa atau menuruti hati nurani. Pertimbangan-pertimbangan harus dibuat secara objektif dan dengan menggunakan pikiran yang waras.
6.6. Menggunakan Teknik Kuantifikasi
Dalam memperlakukan data ukuran kuantitatif yang lazim harus digunakan, kecuali untuk artibut-artibut yang tidak dapat dikuantifikasikan Ukuran-ukuran seperti ton, mm, per detik, ohm, kilogram, dan sebagainya harus selalu digunakan Jauhi ukuran-ukuran seperti: sejauh mata memandang, sehitam aspal, sejauh sebatang rokok, dan sebagai¬nya Kuantifikasi yang termudah adalah dengan menggunakan ukuran nominal, ranking dan rating
LANGKAH DALAM METODE ILMIAH
Pelaksanaan penelitian dengan menggunakan metode ilmiah harus mengikuti langkah-langkah tertentu. Marilah lebih dahulu ditinjau langkah-langkah yang diambil oleh beberapa ahli dalam mereka melaksanakan penelitian.
Schluter (1926) memberikan 15 langkah dalam melaksanakan penelitian dengan metode ilmiah. Langkah-langkah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pemilihan bidang, topik atau judul penelitian.
2. Mengadakan survei lapangan untuk merumuskan masalah-malalah yang ingin dipecahkan.
3. Membangun sebuah bibliografi.
4. Memformulasikan dan mendefinisikan masalah.
5. Membeda-bedakan dan membuat out-line dari unsur-unsur permasalahan.
6. Mengklasifikasikan unsur-unsur dalam masalah menurut hu-bungannya dengan data atau bukti, baik langsung ataupun tidak langsung.
7. Menentukan data atau bukti mana yang dikehendaki sesuai dengan pokok-pokok dasar dalam
masalah.
8. Menentukan apakah data atau bukti yang dipertukan tersedia atau tidak.
9. Menguji untuk diketahui apakah masalah dapat dipecahkan atau tidak.
10. Mengumpulkan data dan keterangan yang diperlukan.
11. Mengatur data secara sistematis untuk dianalisa.
12. Menganalisa data dan bukti yang diperoleh untuk membuat interpretasi.
13. Mengatur data untuk persentase dan penampilan.
14. Menggunakan citasi, referensi dan footnote (catatan kaki).
15. Menulis laporan penelitian.
Dalam melaksanakan penelitian secara ilmiah. Abclson (1933) mcmberikan langkah-langkah berikut:
1. Tentukan judul. Judul dinyatakan secara singkat
2. Pemilihan masalah. Dalam pemilihan ini harus:
a). Nyatakan apa yang disarankan oleh judul.
b). Berikan alasan terhadap pemilihan tersebut. Nyatakan perlunya diselidiki masalah menurut kepentingan umum.
c). Sebutkan ruang lingkup penelitian. Secara singkat jelaskan materi. situasi dan hal-hal lain yang menyangkut bidang yang akan diteliti.
3. Pemecahan masalah. Dalain niemecahkan masalah harus diikuti hal-hal berikut:
a).
Analisa harus logis. Aturlah bukti dalam bnntuk yang sistematis dan logis. Demikian juga halnya unsur-unsur yang dapat memecahkan masalah.
b). Proscdur penelitian yang digunakan harus dinyatakan secara singkat.
c) Urutkan data, fakta dan keterangan-keterangan khas yang diperlukan
d). Harus dinyatakan bagaimana set dari data diperoleh termasuk referensi yang digunakan.
e). Tunjukkan cara data dilola sampai mempunyai arti dalam memecahkan masalah.
f). Urutkan asumsi-asumsi yang digunakan serta luibungannya dalam berbagai fase penelitian.
4. Kesimpulan
a). Berikan kesimpulan dari hipotesa. nyatakan dua atau tiga kesimpulan yang mungkin diperoleh
b). Berikan implikasi dari kesimpulan.
Jelaskan bebernpa implikasi dari produk hipotesa dengan memberikan beberapa inferensi.
5. Berikan studi-studi sebelumnya yang pernah dikerjakan yang berhubungan dengan masalah.
Nyalakan kerja-kerja sebelumnya secara singkat dan berikan referensi bibliografi yang mungkin ada manfaatnya scbagai model dalam memecahkan masalah. Dari pedoman beberapn ahli di atas, maka dapal disimpulkan balnwa penelitian dengan mcnggunakan metode ilmiah sckurang-kurangnya dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
5.1. Merumuskan serta mcndefinisikan masalah
langkah pertama dalam meneliti adalah menetapkan masalah yang akan dipecahkan. Untuk menghilangkan keragu-raguan. masalah tersebut didefinisikan secara jelas. Sampai ke mana luas masalah yang akan dipecahkan Sebutkan beberapa kata kunci (key words) yang terdapal dalam masalah Misalnya. masalah yang dipilih adalah Bagaimana pengaruh mekanisasi terhadap pendapatan usaha tani di Aceh?
Berikan definisi tentang usaha tani, tentang mekanisasi, pada musim apa. dan sebagainya
5.2. Mengadakan studi kepustakaan
Setelah masalah dirumuskan, step kedua yang dilakukan dalam mencari data yang tersedia yang pernah ditulis peneliti sebelumnya yang ada hubungannya dengan masalah yang ingin dipecahkan. Kerja mencari bahan di perpustakaan merupakan hal yang tak dapat dihindarkan olch seorang peneliti. Ada kalanya. perumusan masalah dan studi keputusan dapat dikerjakan secara bersamaan.
5.3. Memformulasikan hipotesa
Setelah diperoleh infonnasi mengenai hasil penelitian ahli lain yang ada sangkut-pautnya dengan masalah yang ingin dipecahkan. maka tiba saatnya peneliti memformulasikan hipotesa-hipolesa unttik penelitian. Hipotesa tidak lain dari kesimpulan sementara tentang hubunggan sangkut-paut antarvariabel atau fenomena dalam penelitian. Hipotesa merupakan kesimpulan tentatif yang diterima secara sementara sebelum diuji.
5.4. Menentukan model untuk menguji hipotesa
Setelah hipotesa-hipotesa ditetapkan. kerja selanjutnya adalah merumuskan cara-cara untuk menguji hipotesa tersebut. Pada ilmu-ilmu sosial yang telah lebih berkembang. scperti ilmu ekonomi misalnva. pcnguji’an hipotesa didasarkan pada kerangka analisa (analytical framework) yang telah ditetapkan. Model matematis dapat juga dibuat untuk mengrefleksikan hubungan antarfenomena yang secara implisif terdapal dalam hipotesa. untuk diuji dengan teknik statistik yang tersedia.
Pcngujian hipotesa menghendaki data yang dikumpulkan untuk keperluan tersebut. Data tersebut bisa saja data prime ataupun data sekunder yang akan dikumpulkan oleh peneliti.
5.5. Mengumpulkan data
Peneliti memerlukan data untuk menguji hipotesa. Data tersebut yang merupakan fakta yang digunakan untuk menguji hipotesa perlu dikumpulkan. Bcrgantung dan masalah yang dipilih serta metode pcnelitian yang akan digunakan. teknik pengumpulan data akan berbeda-beda. Jika penelitian menggunakan metode percobaan. misalnya. data diperoleh dan plot-plot pcrcobaan yang dibual sendiri oleh peneliti Pada metodc scjarah ataupun survei normal, data diperoleh dengan mcngajukan pertanyaan-pertanyaan kepada responden. baik secara langsung ataupun dengan menggunakan questioner Ada kalanya data adalah hasil pengamatan langsung terhadap perilaku manusia di mana peneliti secara partisipatif berada dalam kelompok orang-orang yang diselidikinya.
5.6. Menyusun, Menganalisa, and Menyusun interfensi
Setelah data terkumpul. pcneliti menyusun data untuk mengadakan analisa Sebelum analisa dilakukan. data tersebul disusun lebih dahulu untuk mempermudah analisa. Penyusunan data dapat dalam bentuk label ataupun membuat coding untuk analisa dengan komputer. Sesudah data dianalisa. maka perlu diberikan tafsiran atau interpretasi terhadap data tersebut.
5.7. Membuat generalisasi dan kesimpulan
Setelah tafsiran diberikan, maka peneliti membuat generalisasi dari penemuan-penemuan, dan selanjutnya memberikan beberapa kesimpulan. Kesimpulan dan generalisasi ini harus berkaitan dengan hipotesa. Apakah hipotesa benar untuk diterima. ataukah hiporesa tersebut ditolak.
5.8.Membuat laporan ilmiah
Langkah terakhir dari suatu penelitian ilmiah adalah membuat laporan ilmiah tentang hasil-hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut. Penulisan secara ilmiah mempunyai teknik tersendiri.
http://nugrohoadi2ka12.wordpress.com/2011/05/30/langkah-langkah-metode-ilmiah/
http://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah
Rabu, 25 April 2012
Cangkir Pengganti Pembalut
Saat menstruasi, banyak wanita yang menggunakan tampon dan pembalut sekali pakai. Faktanya, pembalut sekali pakai mengandung bahan kimia dan terkadang membuat pemakainya merasa tak nyaman.
Kini ternyata tersedia alternatif baru, yang dinamakan nama cangkir menstruasi.
Sesuai namanya, bentuk cangkir menstruasi seperti cangkir. Cangkir menstruasi ini terbuat dari silikon yang dirancang khusus untuk mengumpulkan darah menstruasi Anda, bukan menyerapnya. Penggunaan cangkir menstruasi ini dianggap lebih baik untuk dijadikan alternatif bagi kaum hawa, karena selain tidak mengandung bahan kimia, cangkir menstruasi ini juga ramah lingkungan dan cenderung tidak bocor.
Cangkir menstruasi menggunakan metode pengumpulan, sehingga bebas bau anyir dan risiko toxic shock syndrome (TSS) juga rendah.
"Kemungkinan, kaum perempuan akan menggunakan sekitar 11.000 tampon dalam hidupnya. Hal ini akan menyebabkan penumpukan limbah setelah digunakan selama bertahun-tahun," papar seorang ahli, dilansir melalui Woman'shealth, Senin (23/4).
Penggunaan cangkir menstruasi ini juga gampang. Pada kemasan, cangkir akan dilipat menjadi bentuk "U", kemudian letakkan di dalam vagina, tepat di bawah leher rahim. Cangkir ini tidak akan jatuh karena akan tersanggah oleh otot-otot dinding vagina. Anda dapat menggantinya dua kali sehari dengan menarik ujung cangkir saat ingin melepasnya atau menggantinya.
sumber : http://id.she.yahoo.com/lupakan-pembalut-yuk-cari-tahu-cangkir-menstruasi-133000997.html
Langganan:
Postingan (Atom)



